← Muhasaba

Panduan

Doa Sholat Tahajud

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur. Halaman ini menjelaskan waktunya, jumlah rakaatnya, tata caranya, dan doa yang dibaca Rasulullah ﷺ — semuanya dengan rujukan hadits yang jelas.

Read this guide in English →

Ringkas

Tidurlah lebih dulu, lalu bangun pada sepertiga malam terakhir. Kerjakan dua rakaat, salam, ulangi jika mampu, dan tutup dengan witir. Minimal dua rakaat sudah sah — yang dinilai bukan banyaknya, melainkan keistiqamahannya.

Waktu sholat tahajud

Waktunya dimulai setelah sholat Isya — dengan syarat Anda sudah tidur lebih dahulu — dan berakhir ketika masuk waktu Subuh. Inilah yang membedakan tahajud dari sholat malam lainnya: kata tahajjud berarti bangun dari tidur.

Waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: “Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni” (Bukhari 1145).

Cara menghitungnya sederhana: bagi rentang waktu antara Maghrib dan Subuh menjadi tiga bagian sama panjang, lalu ambil bagian terakhir. Anda bisa melihat waktunya secara otomatis untuk kota Anda di halaman jadwal sholat — sepertiga malam terakhir ditampilkan di bawah kelima waktu sholat.

Jumlah rakaat

Minimal dua rakaat. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sholat malam dikerjakan dua rakaat dua rakaat (Bukhari 990; Muslim 749a). Artinya: sholat dua rakaat, salam, lalu ulangi lagi jika masih mampu.

Tidak ada batas maksimal dalam nash, tetapi Aisyah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah melebihi sebelas rakaat — baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan (Bukhari 1147). Pola beliau tetap dan terukur, bukan terus ditambah.

Beliau juga bersabda: “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten walaupun sedikit” (Bukhari 6464). Dua rakaat setiap malam yang dikerjakan dengan hadirnya hati lebih baik daripada delapan rakaat yang hanya sesekali.

Tata cara

  1. Tidur terlebih dahulu setelah Isya, walau sebentar.
  2. Bangun dan berwudhu. Doa bangun malam yang diriwayatkan Ibnu Abbas (ra) dibaca pada saat ini (Bukhari 1120).
  3. Niat di dalam hati — cukup dengan keinginan Anda untuk sholat tahajud. Sebagian ulama juga menganjurkan melafalkannya; lihat catatan di bawah.
  4. Kerjakan dua rakaat seperti sholat biasa, lalu salam. Ulangi jika mampu.
  5. Tutup dengan witir — jumlah rakaat ganjil, biasanya satu atau tiga. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jadikanlah witir sebagai sholat terakhir kalian di malam hari” (Bukhari 998).
  6. Berdoalah. Inilah bagian yang sesungguhnya — waktu ketika doa dikabulkan.

Tentang lafal niat

Banyak panduan di Indonesia mencantumkan lafal niat berbahasa Arab yang diucapkan sebelum takbir. Para ulama sepakat bahwa tempat niat adalah di dalam hati. Mengenai melafalkannya, terdapat perbedaan pendapat: sebagian ulama menganjurkannya untuk membantu menghadirkan hati, sebagian lain memandang cukup dengan niat di hati saja. Ikutilah pendapat ulama yang Anda jadikan rujukan — dan ketahuilah bahwa jika Anda bangun malam dengan maksud sholat tahajud, niat Anda sudah sah.

Doa setelah sholat tahajud

Tidak ada satu doa wajib setelah tahajud. Doa yang paling masyhur adalah yang dibaca Rasulullah ﷺ ketika bangun untuk sholat malam, diriwayatkan oleh Ibnu Abbas (ra): “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkau penegak langit dan bumi serta segala isinya” (Bukhari 1120).

Setelah itu, berdoalah dengan bahasa Anda sendiri. Justru inilah maksud dari hadits Bukhari 1145 di atas — Allah bertanya siapa yang memohon, agar Dia memberi. Doa yang paling tulus biasanya bukan yang dihafal, melainkan yang keluar dari kesadaran Anda sendiri pada malam itu.

Sumber

Sahih al-Bukhari 990, 998, 1120, 1145, 1147, 6464; Sahih Muslim 749a; Al-Qur'an 17:79. Nomor hadits merujuk pada penomoran sunnah.com.

Bacaan lain

Download on the App Store